Menghadapi Sakaratul Maut



*Menghadapi Sakaratul Maut*

بسم الله الرحمن الرحيم

كتاب الرقاق الصحة والفراغ ولا عيش إلا عيش الآخرة

باب سكرات الموت

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ أَنَّ أَبَا عَمْرٍو ذَكْوَانَ مَوْلَى عَائِشَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَتْ تَقُولُ
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ أَوْ عُلْبَةٌ فِيهَا مَاءٌ يَشُكُّ عُمَرُ فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُولُ *لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَات*ٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُولُ *فِي الرَّفِيقِ الْأَعْلَى* حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ يَدُهُ
قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ الْعُلْبَةُ مِنْ الْخَشَبِ وَالرَّكْوَةُ مِنْ الْأَدَمِ
(رواه البخاري)


*Artinya:*
'Aisyah radhiyallahu'anha (w.58) berkata; Di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada kantong kulit atau bejana berisi air -Umar ragu kepastiannya--, lantas beliau masukkan kedua tangannya dalam air dan beliau usap wajahnya dengan keduanya dan beliau ucapkan: *"Laa-ilaaha-illallah, sungguh kematian diriingi sekarat, sungguh kematian diriingi sekarat, "* kemudian beliau julurkan tangannya dan berseru: *"Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasihku yang tertinggi, "* hingga akhirnya beliau wafat dan tangannya dalam keadaan miring. Abu Ubaidullah mengatakan dengan redaksi 'bejana kayu dan kantung air dari kulit.
H.R. al-Bukhari (w. 256 H)

*istifadah:*
Dalam konteks hadis diatas menerangkan bahwa seorang rasul yang memiliki predikat sebagai kekasih Allahpun dapat merasakan perihnya sakaratul maut, bukan berarti Allah tidak sayang dan membiarkan kekasihnya menderita kesakitan, tetapi hal tersebut dijadikan sebagai pembelajaran tentang dahsyatnya sakartul maut.

Menurut _assanadi_ dalam _hasyiah sunan ibnu majjah_ menjelaskan bahwa penderitaan yang dialami Rasulullah merupakan suatu kebaikan. Lebih jelasnya dalam kitab _Fathu al-Baari_ karya _Ibnu Hajar al-Asqolani_ menjelaskan bahwa orang mumin yang menjalani sakaratul maut tidak mengurangi predikat ke-muminannya bisa jadi, akan bertambah kebaikan dalam dirinya ataupun dihapuskan kesalahannya.

Dalam riwayat _al-Qasim_ dijelaskan bahwa Rasulullah sempat membaca _'Allahumma A'inni ala Sakaratil Maut',_ terlepas dari semua itu mari kita berdoa, agar kita termasuk orang yang dipermudahkan saat menjalani sakaratul maut dan dikategorikan sebagai Husnul Khatimah
Wallahu 'Alam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sayyidul Istighfar

Ngaji Ilmu Hadis