Postingan

SEBUAH KISAH TENTANG CINTA

Ini ada tulisan bagus banget..😭😭 Gak tahu siapa yg nulis...tp menarik dibaca *SEBUAH KISAH TENTANG CINTA* Ayah di dalam kamar, beberapa kali batuk². Sementara di ruang tamu, ibu sedang ngobrol dgn anak perempuannya. "Cinta ayahmu kepadamu luar biasa, tetapi lebih banyak disimpan dalam hati karena kau perempuan", kata ibu. Aku mendengarkan ibu dengan heran. "Ketika kau melanjutkan kuliah ke Jakarta dan aku bersama ayahmu mengantarmu ke stasiun, kau dan aku saling berpelukan. Ayahmu hanya memandang. Dia bilang juga ingin memelukmu, tapi sebagai laki² tak lazim memeluk anak perempuan di depan banyak orang, maka dia hanya menjabat tanganmu, lalu berdiri sampai kereta itu menghilang", kata ibu. "Ibu memang sering menelponmu. Tahukah kau, itu selalu ayahmu yg menyuruh dan mengingatkan. Mengapa bukan ayahmu sendiri yg menelpon? Dia bilang, "Suaraku tak selembut suaramu, anak kita harus menerima yg terbaik". "Ketika kamu diwisuda, k...

Betapa ringannya mulut bercerita

*Betapa ringannya mulut bercerita* بسم الله الرحمن الرحيم  كِتَابٌ : الْأَدَبُ  بَابُ سَتْرِ الْمُؤْمِنِ عَلَى نَفْسِهِ. عن أَبي هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: *" كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ "* رواه البخاري. *Artinya* Dari Abu Hurairah (w.57 H) dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: *"Seluruh umatku diampuni kecuali al-mujaahirun (orang yang melakukan al-mujaaharah). Dan termasuk bentuk al-mujaaharah adalah seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian di pagi hari Allah telah menutupi dosanya namun dia berkata, “Wahai fulan semalam aku telah melakukan dosa ini dan itu.” Allah telah menutupi dosanya di malam ha...

Larangan menyebut-nyebut pemberian

*Larangan menyebut-nyebut pemberian* بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الزكاة باب المنان أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ *قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ وَالدَّيُّوثُ وَثَلَاثَة* *لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ* *وَالْمُدْمِنُ عَلَى الْخَمْرِ وَالْمَنَّانُ بِمَا* *أَعْطَى* (رواه النسائى) *Artinya:* dari Salim bin 'Abdullah dari Bapaknya dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: *"Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat; anak yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian. Dan tiga golongan mereka t...

Do'a saat kesusahan

*Do'a saat kesusahan* بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الدعوات باب الدعاء عند الكرب حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ *كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو عِنْدَ الْكَرْبِ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ* رواه البخاري. *Artinya* Dari Ibnu Abbas (w.68 H) radliallahu 'anhuma dia berkata; *"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa berdo'a ketika dalam kesulitan, beliau mengucapkan: "LAA ILAAHA ILLALLAHUL 'ADZIIM AL HALIIM LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUL 'ARSYIL 'AZHIIM (Tiada Ilah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Penyantun. Tiada ilah selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan arasy yang mulia*." H.R. Bukhari (w. 256 H) *Istifadah* Tidak bisa dipungkiri, terkadang kita merasakan kesul...

Tingkatan Ikhlas

*TINGKATAN IKHLAS* *_Di Level berapakah kita berada ?_* Syekh  Nawawi Banten di dalam kitabnya Nashaihul ‘Ibad membagi keikhlasan ke dalam 3 (tiga) tingkatan : *TINGKATAN PERTAMA* فأعلى مراتب الاخلاص تصفية العمل عن ملاحظة الخلق بأن لا يريد بعبادته الا امتثال أمر الله والقيام بحق العبودية دون اقبال الناس عليه بالمحبة والثناء والمال ونحو ذلك Artinya: “Tingkatan ikhlas yang paling tinggi adalah membersihkan perbuatan dari perhatian makhluk (manusia) di mana tidak ada yang diinginkan dengan ibadahnya selain melaksanakan perintah Allah dan melakukan hak penghambaan, bukan mencari perhatian manusia berupa kecintaan, pujian, harta dan sebagainya.” Pada tingkatan ini orang yang melakukan amalan atau ibadah tidak memiliki tujuan apapun selain hanya karena melaksanakan perintah Allah semata. Ia menyadari bahwa dirinya adalah hamba atau budaknya Allah sedangkan Allah adalah tuannya. Maka baginya sudah selayaknya seorang hamba taat dan patuh serta menuruti apapun yang diperintahkan ...

Larangan Putus Asa dan Perintah untuk Tawakal

*Larangan Putus Asa dan Perintah untuk Tawakal* بسم الله الرحمن الرحيم كتاب المرضى باب تمنى المريض الموت حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ *لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي*  (رواه البخاري) *Artinya:* Dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu (w. 92 H) dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: *"Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya, kalau memang hal itu harus, hendaknya ia mengatakan; 'Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku, dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku."* HR. Al Bukhari (w. 256 H) *Istifadah:* Putus asa berarti hilangnya harapan. Dalam artian...

Bertanya Hal yang Tidak Bermanfaat

*Bertanya Hal yang Tidak Bermanfaat* بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الاعتصام بالكتاب والسنة باب ما يكره من كثرة السؤال وتكلف ما لا يعنيه حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ حَدَّثَنِيعُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْأَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ *إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ* (رواه البخاري) *Artinya*: Dari 'Amir bin Sa'id bin Abu Waqash (w. 96 H) dari Bapaknya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata: *"Kaum muslimin yang paling besar dosanya adalah yang bertanya tentang sesuatu, lantas sesuatu tersebut diharamkan karena pertanyaannya, padahal sebelumnya tidak diharamkan."* HR. Bukhari (w. 256 H) *Istifadah*: Rasulullah saw. melarang umatnya menanyakan suatu hal yang tidak perlu, karena jawabannya dapat menyusahkan penanya itu sendiri. Allah pun t...