Apakah Covid-19 Azab Allah?
بسم الله الرحمن الرحيم
📝 الكاتب : محمد طبراني
صحيح البخاري : كتاب الطب
باب أجر الصابر في الطاعون
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ ، أَخْبَرَنَا حَبَّانُ ، حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي الْفُرَاتِ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ ، عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهَا أَخْبَرَتْنَا، أَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فَأَخْبَرَهَا نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : "أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ ". (رواه البخاري)
- البخاري : أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.
Artinya:
Dari 'Aisyah (w. 58 H) istri Nabi ﷺ bahwa dia pernah mengabarkan kepada kami, bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ mengenai tha'un, lantas Nabiyullah ﷺ memberitahukan kepadanya, "Bahwa tha'un merupakan azab yang Allah timpakan terhadap siapa yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tidaklah seseorang yang berada di wilayah yang terjangkit penyakit tha'un, kemudian ia tetap tinggal di negerinya dan selalu bersabar, ia mengetahui bahwa penyakit tersebut tidak akan menjangkitinya kecuali apa yang Allah tetapkan kepadanya, maka baginya seperti pahalanya orang yang mati syahid."
HR. Al-Bukhari (194 H - 256 H : 62 tahun).
Istifadah:
Masyarakat di Indonesia yang terpapar covid-19 hingga saat ini bukannya berkurang malah bertambah banyak. Berita terakhir menyatakan bahwa di Indonesia ada 252.923 kasus dan yang meninggal sudah 9.837 orang. Ketika kita melihat berita di media sosial, kita pun mengetahui bahwa virus ini telah menimpa para pejabat dan ulama.
Berkenaan tentang covid-19, apakah ini azab dari Allah untuk manusia?
Untuk menjawabnya, para ulama mengqiyaskan dengan mengutip hadis di atas. Hadis di atas menerangkan kejadian zaman dulu tentang suatu penyakit yang sifatnya sama dengan covid-19, yaitu menular dan membawa kematian, namanya tha'un. Namun, dibandingkan dengan corona, tha'un ini lebih mengerikan.
Diterangkan oleh Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim bahwa tha'un adalah borok yang timbul dari tubuh baik daerah siku, ketiak, tangan, maupun jari-jari, hingga seluruh badan disertai bengkak dan rasa sakit yang luar biasa. Mereka yang terkena tha'un selain hal tersebut, sekujur tubuh mereka terasa panas dan warna kulit berubah menjadi hitam, hijau, atau merah keungu-unguan, jantung terasa berdebar-debar dan muntah-muntah.
Nabi ﷺ ditanya sang istri Sayyidah 'Aisyah mengenai hal tersebut, beliau pun menjawab bahwa ia bisa menjadi azab dan bisa juga menjadi rahmat. Ia menjadi azab bagi siapa saja yang Dia kehendaki, dan menjadi rahmat bagi orang yang beriman. Ia menjadi pahala seperti orang mati syahid bagi yang sabar dengan apa yang terjadi dengannya dan tidak keluar dari daerah atau tempat tinggalnya.
Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menerangkan yang dimaksud dengan 'siapa saja yang Dia kehendaki' adalah orang kafir atau pelaku maksiat yang melakukan dosa besar secara terus menerus. Namun, ketika berbicara tentang kehendak Allah, manusia tidak bisa menentukannya secara pasti, yang manusia bisa hanyalah memperkirakannya.
Wallahu A'lam
Komentar
Posting Komentar